Langsung ke konten utama

Kau dan Kau

Kamu dan segala keindahan yang menyelimuti, sebuah ciptaan dari Tuhan yang begitu memukau mataku sendiri. Manusia yang lugu, polos, dan juga kekanak-kanakan. Kamu berhasil membuka pintu hatiku dengan sendirinya bahkan diamnya engkau sudah membuat aku memiliki rasa. Kita memiliki sebuah persamaan, namun orang lain akan melihatnya sebagai perbedaan jika kita bersama.

Kamu dengan senyummu yang manis, baumu yang memikat indra penciumanku, serta hangatnya suasana yang engkau punya membuat diriku merasa nyaman berada di dekatmu. Kelak jika aku bisa mencurahkan semua rasa ini, aku akan mengatakan kepadamu bahwa:

"Aku jatuh cinta padamu, sejak 3 tahun yang lalu. Kelak jika aku bertindak di luar batas dan kamu tidak menyukainya. Bencilah aku, memang sedari awal perasaanku ini sudah salah. Benci saja aku, doakan saja biar aku mati. Aku tidak pantas untuk hidup dan membuatmu sedih sampai bahagiamu hilang."

Kamu akan tetap berada dalam hatiku, mempunyai tempatnya sendiri. Kenangan akan dirimu juga akan terus tersimpan dalam memoriku, terjaga dari kenangan-kenangan pahit lain. Karena engkau adalah matahariku, sementara aku adalah bulanmu. Kita berada di satu langit yang sama tapi tidak bisa hadir berdampingan bersama.

"Aku mencintaimu, R."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih

  Kalau saja masih diberi kesempatan Aku ingin kembali berjumpa Aku ingin menyapa nama yang tersimpan Kalau saja. Bolehkah aku meminta? "Tidak." Bolehkah aku bertemu? "Tidak." Bolehkah...? "Tidak." Ingatan yang terkuak, muncul kembali Mengoyak otak, gundul habis "Apa? Kamu mau bertemu?" Bolehkah?

Pahit yang Begitu Manis

  Sejak ku jaga diri ini, berusaha agar tak ada kehilangan yang kuberi Sejak ku jaga diri ini, berusaha agar ia tak mungkin melemparkan sinis Sejak ku jaga diri ini, berusaha agar label romansa takkan mampu mencampuri iri Tetapi, hal itu telah berganti lain. Lain itu ialah hal yang mati. Matinya hati Matinya fisik Matinya, pikir.... Kau yang telah membuatku kecewa Iri sakit dengki hati ini dibuat olehnya Olehnya ini engkau utarakan Kan buat aku menjadi gila

Andai

Andai saja Kita bisa menjadi pasangan Aku selalu melihatmu dari belakang, memikirkan jika kita bisa menautkan satu hal Tangan Serta hati yang tidak menolak untuk dicintai Andai saja Engkau tidak masalah dengan hal-hal yang memang seperti ini Tapi kenyataan takkan pernah berubah Derita Yang harus ditanggung selama 3 tahun lebih ini takkan bisa pudar Andai saja Aku dan kau bisa melakukan hal yang orang lain lakukan Berjalan berdua, makan bersama, saling menyemangati Imajinasi Iya, hanya khayalan yang ku buat sendiri, maaf ku sudah lancang Andai saja Tak ada larangan dalam hal ini Tak ada keraguan dalam hal ini Takut Ada ketakutan dalam diriku dan juga kamu Tolong lihat aku, orang yang berdiri di sini sendiri, kalah dengan tamparan menyakiti, mati