Langsung ke konten utama

Kita dan Kita (Yang Takkan Bisa Bersama)

Kita adalah teman, tadinya. 


Sesaat sebelum aku mengatakan isi hatiku kepadamu, awalnya aku ragu namun kebenaran lama-kelamaan akan terungkap dengan sendirinya. Lantang suaraku mengatakan kepadamu bahwa aku benar-benar mencintaimu sejak lama, sejak kita bertemu untuk pertama kalinya di kegiatan organisasi. 

"Lu suka sama gua? Sejak kapan?"
"Entahlah, mungkin udah lama."

Kalau ditanya kapan juga pasti bingung sendiri, percikan cinta itu apa perlu diingat kapan pastinya ia datang?

"Tapi ini salah, lu nggak bisa suka sama gua."
"Iya memang ini salah, gua hanya bisa menikmati ini dalam imajinasi yang gua ciptakan sendiri. Gua tau kok, lu bakalan nolak pernyataan cinta gua sekeras apapun gua berusaha mengubah pemikiran lu itu. Gua hanya ingin mencintai lu."

Ini hanya kisah jelek antara dua pria, dua teman yang benar-benar lugu dan masih bocah. Belum mengenal apa itu dunia, belum tentu paham akan kesalahan mereka.

"Fiksi kan?"
"Oh tidak, ini beneran pernah terjadi di suatu masa."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih

  Kalau saja masih diberi kesempatan Aku ingin kembali berjumpa Aku ingin menyapa nama yang tersimpan Kalau saja. Bolehkah aku meminta? "Tidak." Bolehkah aku bertemu? "Tidak." Bolehkah...? "Tidak." Ingatan yang terkuak, muncul kembali Mengoyak otak, gundul habis "Apa? Kamu mau bertemu?" Bolehkah?

Pahit yang Begitu Manis

  Sejak ku jaga diri ini, berusaha agar tak ada kehilangan yang kuberi Sejak ku jaga diri ini, berusaha agar ia tak mungkin melemparkan sinis Sejak ku jaga diri ini, berusaha agar label romansa takkan mampu mencampuri iri Tetapi, hal itu telah berganti lain. Lain itu ialah hal yang mati. Matinya hati Matinya fisik Matinya, pikir.... Kau yang telah membuatku kecewa Iri sakit dengki hati ini dibuat olehnya Olehnya ini engkau utarakan Kan buat aku menjadi gila

Andai

Andai saja Kita bisa menjadi pasangan Aku selalu melihatmu dari belakang, memikirkan jika kita bisa menautkan satu hal Tangan Serta hati yang tidak menolak untuk dicintai Andai saja Engkau tidak masalah dengan hal-hal yang memang seperti ini Tapi kenyataan takkan pernah berubah Derita Yang harus ditanggung selama 3 tahun lebih ini takkan bisa pudar Andai saja Aku dan kau bisa melakukan hal yang orang lain lakukan Berjalan berdua, makan bersama, saling menyemangati Imajinasi Iya, hanya khayalan yang ku buat sendiri, maaf ku sudah lancang Andai saja Tak ada larangan dalam hal ini Tak ada keraguan dalam hal ini Takut Ada ketakutan dalam diriku dan juga kamu Tolong lihat aku, orang yang berdiri di sini sendiri, kalah dengan tamparan menyakiti, mati